Tuesday, July 1, 2014

Mengundurkan Diri, Apakah Pilihan yang Tepat

Atma Namaste Gita Readers

Bekerja dalam suatu tim adalah suatu pekerjaan yang tidak mudah. Walau secara matematika dua kepala pasti lebih baik daripada satu kepala, namun pada kenyataannya menyatukan beberapa kepala dengan egonya masing masing adalah suatu pekerjaan yang cukup melelahkan. Bayangkan tiap kepala memiliki pemikiran yang berbeda, apalagi apabila ego mulai berbicara dan menghasut pikiran untuk berpikir bahwa dia lebih mampu dari yang lain.

Mungkin bila itu adalah tim kecil, dimana hanya terdiri dari dua atau tiga orang, hal tersebut masih dapat terkendali dengan mudah. Namun tak jarang sebuah pekerjaan harus dilakukan oleh lima, sepuluh atau bahkan seratus orang. Walau tidak semua orang memiliki ego yang besar, dan ada beberapa orang yang malah memilih untuk diam dan menunggu perintah untuk bekerja, namun beberapa orang dengan ego bahwa dia yang paling kompeten akan mengacaukan semuanya. 

Saturday, June 21, 2014

Kendali Potensi Anda Ada Di Tangan Anda

Atma Namaste Gita-readers

Saya mengenal beberapa orang yang sangat yakin bahwa mereka sudah melakukan yang terbaik dan merasa bahwa mereka tidak bisa berbuat lebih baik dari apa yang mereka capai sekarang. Bahkan pada saat mereka mendapat kesempatan untuk berubah, belajar dan mencoba sekali lagi mereka tidak mau, dan walaupun dipaksa, hasilnyapun akan buruk. Dan mereka akan berkata “tuh kan bener, udah gua bilang gua gak bisa” 

Oke, tidak perlu berpikir bahwa anda mengenal orang seperti itu, karena saya yakin kebanyakan orang memilik hal tersebut, dan saya dulu juga seperti itu. Saya sering menyerah sebelum berusaha, dan akhiranya “dikalahkan” oleh orang lain yang tidak jarang secara logika akan lebih sulit mencapai hal tersebut.

Saturday, June 7, 2014

Bagaimana Orang Damai Melihat Masa Lalu

Atmanamaste Gita Readers

Salah satu guru saya selalu menyisipkan kalimat “JAS MERAH- Jangan sekali sekali melupakan sejarah” pada setiap kuliah yang dibawakannya. Memang sudah dua tahun ini saya tidak menghadiri kuliahnya, namun masih jelas di benak saya bagaimana guru yang saya hormati ini mengingatkan saya dan teman-teman saya untuk tidak melupakan sejarah. Pada saat itu saya tidak mengira bahwa wejangan beliau itu benar-benar dipraktikan oleh kebanyakan teman saya. Ya walaupun saya merasa itu bukanlah amalan yang diharapkan oleh guru saya itu.

Baca juga

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...